Dari ribuan keluarga yang terdampak, sekitar 2 persennya masih terpaksa mengungsi. Mereka menempati posko-posko darurat atau tempat lain yang lebih aman.
"Secara pasti memang belum kita hitung, karena memang perubahan cuaca ini, tapi kurang lebih sudah mencapai 14 ribu keluarga,"
tutur Taufik soal jumlah korban.
Di sisi lain, upaya penanganan terus digenjot. Pemerintah daerah sudah mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu warga.
"Kemarin dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot pompa dan lainnya. Dari Dinas Bina Marga juga mengirimkan mesin sedot air,"
jelasnya. Upaya darurat itu diharapkan bisa meringankan beban warga, sambil menunggu cuaca benar-benar stabil dan air surut untuk selamanya.
Artikel Terkait
Menteri Ekraf Dukung NTB Kembangkan Event Berbasis IP dan Sekolah Coding Internasional
PUPR Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Status Gunung Tambora Dinaikkan ke Level Waspada, Warga Dilarang Mendekat
PAN Copot Bupati Rejang Lebong Usai Terjaring OTT KPK