Dari ribuan keluarga yang terdampak, sekitar 2 persennya masih terpaksa mengungsi. Mereka menempati posko-posko darurat atau tempat lain yang lebih aman.
"Secara pasti memang belum kita hitung, karena memang perubahan cuaca ini, tapi kurang lebih sudah mencapai 14 ribu keluarga,"
tutur Taufik soal jumlah korban.
Di sisi lain, upaya penanganan terus digenjot. Pemerintah daerah sudah mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu warga.
"Kemarin dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot pompa dan lainnya. Dari Dinas Bina Marga juga mengirimkan mesin sedot air,"
jelasnya. Upaya darurat itu diharapkan bisa meringankan beban warga, sambil menunggu cuaca benar-benar stabil dan air surut untuk selamanya.
Artikel Terkait
Anggaran Riset Pertanian Menyusut, Inovasi Mandek di Rak Laboratorium
Jakarta Tenggelam: 45 RT dan Sejumlah Jalan Masih Terendam Banjir
Kanopi Terbang Lumpuhkan KRL Solo-Jogja, Ribuan Penumpang Terdampak
Rumah Bergeser, Pohon Tumbang: Mencekamnya Tanah Bergerak di Pekalongan