Banjir di Kabupaten Tangerang ternyata belum juga reda. Malah, menurut laporan terbaru, genangannya justru meluas lagi. Sekarang ini, ada tujuh wilayah kecamatan yang terendam, dengan korban terdampak mencapai sekitar 14 ribu keluarga.
Menurut Kepala BPBD setempat, Ahmad Taufik, situasi ini berawal dari hujan deras yang mengguyur sejak Minggu pekan lalu. Awalnya, banjir sempat melanda 24 kecamatan dan mempengaruhi puluhan ribu jiwa. Namun begitu, air sempat surut.
Sayangnya, cuaca tak bersahabat. Hujan dengan intensitas tinggi datang lagi, ditambah luapan dari sejumlah sungai dan danau. Akibatnya, banjir kembali menerjang. Debit air di beberapa titik bahkan tak main-main, berkisar dari 60 sentimeter hingga lebih dari 2 meter.
"Sekarang kurang lebih ada enam kecamatan yang masih banjir, seperti di Kecamatan Gunung Kaler, kemudian Kresek, Pasar Pemis, Solear, Cisoka, Nayanti dan Balaraja,"
kata Taufik, seperti dilansir Antara, Sabtu (24/1/2026).
Ia mengakui, kondisi memang sempat membaik setelah lebih dari seminggu. Tapi sejak Senin (19/1), air kembali naik di beberapa lokasi. Kawasan yang paling parah terdampak adalah Gunung Kaler, Kresek, dan Jayanti. Di sana, ketinggian air bisa menyentuh dua meter hampir setinggi atap rumah satu lantai.
Artikel Terkait
Anggaran Riset Pertanian Menyusut, Inovasi Mandek di Rak Laboratorium
Jakarta Tenggelam: 45 RT dan Sejumlah Jalan Masih Terendam Banjir
Kanopi Terbang Lumpuhkan KRL Solo-Jogja, Ribuan Penumpang Terdampak
Rumah Bergeser, Pohon Tumbang: Mencekamnya Tanah Bergerak di Pekalongan