Modus Proyek Fiktif yang Menjebak
Sebelum penggeledahan, Bareskrim sebenarnya sudah mengendus indikasi kecurangan. Kasusnya berawal dari gagal bayar platform investasi DSI kepada para lender atau pemberi pinjaman. Modusnya ternyata cukup cerdik, meski licik.
"Salah satunya dengan modus proyek fiktif," kata Ade Safri saat jumpa pers di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Ia memaparkan, data peminjam atau borrower yang sudah ada digunakan kembali. Bedanya, data itu dilekatkan pada proyek-proyek baru yang sebenarnya tidak nyata.
"Borrower yang tidak dikonfirmasi ulang oleh PT DSI, dipakai lagi untuk proyek fiktif buatan mereka," jelasnya.
Akibatnya, para lender pun tertarik. Mereka melihat ada proyek yang tampak legit dan membutuhkan dana, lalu memutuskan untuk menanamkan uang. Tanpa mereka sadari, semuanya hanya ilusi yang dirancang rapi.
Artikel Terkait
Anggota JKT48 Freya Laporkan Kasus Manipulasi Foto Pakai AI ke Polisi
Francis Ngannou Kembali ke Oktagon, Hadapi Philipe Lins pada 16 Mei
Bareskrim Musnahkan 34,5 Kilogram Sabu dari Dua Kasus di Cilegon
Gus Ipul Soroti Data Tunggal untuk Atasi Orang-Orang Tak Terlihat