Mereka yang dideportasi dituduh tinggal di AS tanpa izin yang sah. Begitu mendarat, mereka langsung diserahkan kepada petugas Layanan Penjara Israel. Beberapa pejabat dari Kementerian Luar Negeri Israel juga ada di sana mendampingi.
Setelah itu, perjalanan mereka lanjut ke pos pemeriksaan militer. Lokasinya dekat dengan permukiman ilegal Israel, Modi'in Illit. Di titik itulah, mereka akhirnya diserahkan kepada Administrasi Sipil Israel dan dilepaskan ke Tepi Barat.
Lalu, bagaimana persetujuannya? Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, dilaporkan memberi lampu hijau. Tapi, ini dilakukan setelah mereka memastikan bahwa kedelapan orang tersebut tidak punya catatan atau latar belakang yang membahayakan keamanan.
Ada rekaman yang berhasil diperoleh Haaretz. Dari rekaman itu terlihat, salah seorang turun dari tangga pesawat. Tangannya diborgol, dikelilingi petugas keamanan Israel. Untuk sampai ke tujuan, penerbangan itu sempat singgah dua kali: di Irlandia dan Bulgaria, sekedar untuk mengisi bahan bakar.
Artikel Terkait
Tito Karnavian Tinjau SD Terdampak Banjir di Tapteng, Janjikan Bantuan Peralatan Sekolah
Ayah di Siak Terekam Tendangi Kepala Anak Balita, Motifnya Gagal Minta Uang
Serangan Rusia Hantam Kyiv dan Kharkiv, Korban Jiwa Berjatuhan
ParagonCorp Gelar BST 2026, Cetak Standar Baru Kecantikan Global