Delapan warga Palestina tiba di Tepi Barat dengan cara yang tak biasa. Mereka dideportasi dari Amerika Serikat, tapi bukan dengan penerbangan komersial biasa. Menurut sejumlah saksi, mereka dibawa menggunakan jet pribadi Gulfstream IV. Operasi ini, kata para pejabat keamanan, benar-benar "sangat tidak biasa."
Media Israel, Haaretz, melaporkan hal ini pada Sabtu lalu. Kedelapan orang itu tiba di Israel pada hari Rabu. Identitas mereka masih dirahasiakan. Yang menarik, jet yang digunakan diduga disewa oleh otoritas AS sendiri.
Nah, pesawat itu konon milik seorang pengusaha yang punya kewarganegaraan ganda, Israel-Amerika. Kabarnya, dia punya hubungan dekat dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Mereka bahkan pernah kerja sama di bisnis properti.
Ini jelas berbeda dari prosedur standar. Biasanya, deportasi dilakukan via maskapai penerbangan umum. Namun begitu, dalam kasus ini, koordinasi berlangsung langsung antara pemerintah AS dan Israel. Sebuah permintaan langka dari Washington ke Tel Aviv, begitu kata sumber dalam laporan itu.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Dampak Mahalnya Tiket Pesawat pada Kesehatan dan Pendidikan
Studi di Jerman Temukan Kontaminasi Plasticizer pada 92% Sampel Urin Anak dan Remaja
Kapolres dan Wabup Rohil Pastikan Stok BBM dan Elpiji 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026
Tiga Anak Tewas Terbakar di Sorong, Diduga Dipicu Main Korek Api