Namun begitu, kabarnya situasinya mulai berubah. Menurut sejumlah sumber senior di pemerintahan, kebijakan tersebut kini sedang ditinjau ulang secara internal. Kekhawatiran di kabinet Sheinbaum makin menjadi-jadi; mereka takut hubungan dengan pemerintahan Trump nantinya bakal memanas dan berimbas buruk.
Dan kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump memang semakin gencar menyerang Meksiko. Ia menyebut negara itu dikendalikan kartel narkoba, bahkan mengisyaratkan kemungkinan serangan darat. Suasana sudah memanas.
Sheinbaum tentu saja menolak tegas segala ancaman militer sepihak itu. Baginya, langkah semacam itu adalah pelanggaran berat terhadap kedaulatan Meksiko. Tapi di balik ketegasan publik, pertimbangan politik dan ekonomi nyatanya terus berjalan. Meksiko sepertinya sedang menghitung ulang segala risikonya.
Jadi, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah kontrak dan bantuan internasional itu akan dipertahankan, atau justru dikorbankan demi menghindari konflik dengan tetangga utara? Jawabannya masih menggantung, sementara Kuba menunggu dengan listrik yang kerap padam.
Artikel Terkait
Pemerintah Terapkan WFA 5 Hari untuk ASN dan Swasta Jelang Lebaran 2026
Jalan Lintas Selatan Blitar Segera Beroperasi, Dukung Mudik dan Pemerataan
Jelang Buka Puasa, Kemacetan Parah Landa Sejumlah Ruas Tol Jakarta
Makan Bergizi Gratis di Sekolah Perkuat Solidaritas dan Gairah Belajar