Pelukan Perpisahan di Bandara: Orang Tua Lepas Putri Berhijab Berangkat Jadi Tentara AS

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:35 WIB
Pelukan Perpisahan di Bandara: Orang Tua Lepas Putri Berhijab Berangkat Jadi Tentara AS
Orang Tua Antar Putri Berhijab Jadi Tentara AS, Momen Haru di Bandara

Orang Tua Antar Putri Berhijab Jadi Tentara AS, Momen Haru di Bandara

Sebuah video pendek yang direkam di bandara Amerika Serikat tiba-tiba ramai. Isinya sederhana, tapi bikin banyak orang terharu dan penasaran.

Dalam video itu, terlihat seorang perempuan muda berhijab. Dia memakai seragam militer Amerika Serikat. Namanya Kezia Syifa. Di sekelilingnya, beberapa orang sepertinya keluarga sedang melepasnya dengan mata berkaca-kaca. Suasana campur aduk, bangga dan sedih.

Unggahan itu pertama kali beredar dari akun Instagram @bunda_kesidaa. Tak butuh waktu lama, rekaman itu menyebar ke mana-mana. Banyak yang terpukau melihat sosok Kezia. Gadis berdarah Indonesia itu kini resmi jadi bagian dari angkatan bersenjata AS.

Yang menarik perhatian, tentu saja, penampilannya. Dengan hijab yang rapi, ia berdiri tegak dalam seragam camo. Sebuah gambaran yang mungkin jarang kita bayangkan. Di sisi lain, ekspresi orang tuanya yang juga tampak dalam frame mencerminkan perasaan yang kompleks. Melepas anak perempuan berangkat bertugas ke tempat yang jauh, tapi juga punya secercah kebanggaan yang besar.

"Hati-hati semangat ganbatte. Hati-hati Kak,"

Suara seorang perempuan mungkin ibu atau saudara terdengar jelas mengiringi pelukan perpisahan. Kalimat pendek itu sarat doa dan harapan, dicampur dengan sedikit kata dari bahasa Jepang yang akrab di telinga orang Indonesia.

Selain momen haru itu, orang tua Kezia juga sempat menyinggung soal status kewarganegaraan putri mereka ke depannya. Mereka tampak terbuka, meski detail pastinya tak dijelaskan panjang lebar. Yang jelas, langkah Syifa ini membuka percakapan baru. Tentang diaspora, tentang pilihan hidup, dan tentang identitas yang tak lagi hitam putih.

Video itu, singkatnya, menyentuh banyak sisi. Bukan cuma soal keluarga Indonesia yang melepas anaknya. Tapi juga tentang seorang perempuan berhijab yang memilih jalan tak biasa di negeri orang. Ceritanya mengalir natural, direkam tanpa rekayasa. Mungkin itu sebabnya, banyak yang ikut terhanyut dalam emosi yang sama.

Reaksi netizen pun beragam. Sebagian besar memberi dukungan dan apresiasi. Yang lain penasaran dengan proses dan lika-likunya. Namun begitu, satu hal yang pasti: wajah Kezia Syifa dalam seragam itu telah menjadi simbol kecil dari banyak cerita besar yang jarang terekspos.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar