Air Surut di Sejumlah Titik, Jakarta Barat Masih Berjuang Hadapi Genangan

- Jumat, 23 Januari 2026 | 22:35 WIB
Air Surut di Sejumlah Titik, Jakarta Barat Masih Berjuang Hadapi Genangan

Namun begitu, beban terbesar masih ditanggung oleh Jakarta Barat. Hingga laporan ini dibuat, ada 50 RT di wilayah tersebut yang masih berjuang melawan genangan. Rinciannya cukup panjang, mulai dari Duri Kosambi dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter akibat luapan Kali Angke dan hujan deras, hingga wilayah-wilayah lain seperti Kapuk, Rawa Buaya, dan Kembangan dengan variasi ketinggian dan penyebab yang serupa.

Di Jakarta Selatan, sembilan RT yang masih terdampak tersebar di Tanjung Barat, Cipulir, Duren Tiga, dan Pejaten Timur. Di Pejaten Timur, genangan bahkan dilaporkan sedalam 140 sentimeter, sebuah angka yang cukup mengkhawatirkan.

Sementara itu, di Jakarta Timur, 15 RT yang masih terendam tersebar di beberapa kelurahan seperti Rawa Terate, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. Jakarta Utara juga belum sepenuhnya lepas, dengan 7 RT di Kapuk Muara masih tergenang air setinggi 40 hingga 75 cm.

Dampak dari bencana ini memaksa sejumlah warga mengungsi. Mereka mencari perlindungan di tempat-tempat ibadah, balai kelurahan, dan fasilitas umum lainnya. Di Jakarta Barat saja, pengungsian tersebar di banyak titik. Misalnya di Kelurahan Rawa Buaya, Masjid Baitul Rahman menampung 177 jiwa dari 45 kepala keluarga. Begitu pula di titik-titik lain, seperti di Karet Tengsin, Jakarta Pusat, dan Cipinang Melayu di Jakarta Timur.

Di tengah kabar yang masih berat ini, ada secercah harapan. Sejumlah wilayah akhirnya melihat air surut dan warga bisa mulai membersihkan rumah mereka. Setidaknya ada 17 kelurahan yang sudah dinyatakan surut, seperti Kuningan Barat, Pela Mampang, Petogogan, dan Halim Perdana Kusuma. Penurunan air di tempat-tempat ini setidaknya memberi sedikit kelegaan di tengah malam yang panjang bagi ibu kota.


Halaman:

Komentar