Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta baru saja mengeluarkan peringatan. Warga Ibu Kota diminta bersiap dan waspada terhadap potensi tanah longsor pada Januari 2026 mendatang. Ini bukan sekadar imbauan biasa, melainkan hasil analisis data yang cukup rinci.
Menurut unggahan di akun Instagram resmi mereka, @bpbddkijakarta, peta wilayah rawan ini dibuat dengan menumpang-tindihkan dua peta kunci. Yang pertama adalah peta zona kerentanan gerakan tanah, lalu digabung dengan peta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG. Dari sanalah terpetakan area mana saja yang perlu diwaspadai.
Nah, merujuk pada data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sejumlah lokasi di Jakarta masuk dalam kategori zona menengah hingga tinggi. Artinya, risikonya nyata, terutama jika curah hujan bulan depan ternyata melampaui batas normal.
Daerah Mana Saja yang Berisiko?
Jakarta Barat punya satu titik, yaitu Kecamatan Kembangan. Sementara di Jakarta Pusat, kewaspadaan perlu ditingkatkan di sekitar Menteng.
Tapi daftar terpanjang ada di Jakarta Selatan. Setidaknya sembilan kecamatan masuk radar: Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, dan Tebet. Wilayah selatan memang secara topografi lebih berbukit, jadi wajar jika masuk daftar.
Tak ketinggalan, Jakarta Timur juga mencakup banyak area. Mulai dari Cakung, Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Jatinegara, Kramatjati, Makasar, Matraman, Pasar Rebo, hingga Pulogadung. Intinya, hampir semua penjuru kota punya titik rawan yang patut diawasi.
Artikel Terkait
Menteri Tito Tinjau Desa yang Luluh Lantak: Tak Ada Satu Rumah pun yang Utuh
Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Banjir Jakarta Tetap Mengancam
Bareskrim Periksa 18 Pejabat DSI dalam Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Jakarta Tenggelam: 121 RT dan 16 Ruas Jalan Masih Terendam Banjir