Peluncuran dewan ini sendiri berlangsung di Davos, Swiss, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia. Acaranya diwarnai penandatanganan piagam oleh negara-negara yang memilih bergabung. Namun, suasana mungkin tak semeriah yang diharapkan Washington.
Faktanya, banyak sekutu tradisional AS yang justru absen. Kanada dan Inggris tidak hadir. Begitu pula dengan seluruh anggota Uni Eropa kecuali Hungaria dan Bulgaria. Mereka semua memilih untuk tidak datang ke seremoni tersebut.
Lalu, apa sebenarnya misi Dewan Perdamaian ini? Menurut Washington, dewan ini nantinya akan membantu menengahi konflik, memantau gencatan senjata, hingga mengkoordinasi pembangunan kembali di daerah pasca-perang. Konsepnya sendiri diambil dari rencana perdamaian Gaza yang pernah digagas Trump sebelumnya.
Namun begitu, dengan penolakan dari sekutu-sekutu seperti Spanyol, jalan dewan ini ke depan tampaknya tidak akan mudah. Apalagi, dukungan yang didapat sejauh ini terlihat sangat terbatas.
Artikel Terkait
Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Banjir Jakarta Tetap Mengancam
Bareskrim Periksa 18 Pejabat DSI dalam Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Jakarta Tenggelam: 121 RT dan 16 Ruas Jalan Masih Terendam Banjir
Tiga Warga Terluka Akibat Pohon Tumbang Diterjang Hujan Deras di Senen