Tips dari BPBD: Mitigasi dari Awal Sampai Akhir
Nah, selain fitur-fitur canggih tadi, kesiapan diri sendiri tetap kunci utama. Menurut akun Instagram BPBD DKI Jakarta (@bpbddkijakarta), ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan di tiga momen kritis: sebelum, saat, dan sesudah banjir.
Sebelum Semuanya Terlambat
Persiapan itu penting. Kenali dulu wilayah kamu, apakah termasuk rawan atau tidak. Rajin-rajinlah cek fitur Pantau Banjir di JAKI dan perhatikan notifikasi peringatan dini. Di rumah, pastikan saluran air nggak tersumbat. Barang dan dokumen penting? Simpan di tempat tinggi, dan bikin salinan digitalnya. Jangan lupa siapkan tas darurat berisi obat, senter, dokumen, dan kebutuhan pokok lainnya.
Ketika Air Mulai Naik
Kalau banjir sudah datang, yang utama adalah tetap tenang. Keselamatan diri dan orang di sekitar adalah prioritas. Segera matikan jaringan listrik dan jauhi arus air. Laporkan kondisi lewat fitur laporan di JAKI, dan yang paling penting, ikuti arahan evakuasi dari petugas atau informasi resmi dari BPBD.
Setelah Banjir Mulai Surut
Jangan buru-buru kembali ke rumah. Tunggu sampai keadaan benar-benar dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Saat membersihkan, pakai alas kaki yang kuat untuk hindari benda tajam. Sterilkan rumah dari sisa lumpur dan kotoran. Periksa instalasi listrik dengan teliti sebelum menyalakannya kembali. Dan kalau ada kerusakan fasilitas umum, laporkan juga via aplikasi JAKI.
Intinya, dengan teknologi dan kesiapan individu, dampak banjir bisa kita tekan bersama. Selalu waspada, dan semoga kita semua tetap aman.
Artikel Terkait
Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Banjir Jakarta Tetap Mengancam
Bareskrim Periksa 18 Pejabat DSI dalam Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Jakarta Tenggelam: 121 RT dan 16 Ruas Jalan Masih Terendam Banjir
Tiga Warga Terluka Akibat Pohon Tumbang Diterjang Hujan Deras di Senen