Soal jalur prestasi, ada poin menarik. Prestasi akademik bisa menggunakan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk seleksi di tingkat SMP dan SMA.
Sementara untuk prestasi nonakademik, pengalaman memimpin organisasi siswa di sekolah jadi nilai plus. Ini tak cuma OSIS biasa, lho.
Organisasi siswa intra sekolah yang dimaksud mencakup berbagai bentuk, baik di sekolah umum maupun keagamaan. Misalnya OSIS, OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah), MPK, Badan Eksekutif Siswa, dan organisasi intra sekolah resmi lainnya.
Setelah Pengumuman: Memastikan Tak Ada yang Tertinggal
Bagian ini seringkali luput dari perhatian, padahal sangat penting. Setelah seleksi usai, pemerintah daerah punya tugas lanjutan. Mereka harus memastikan penyaluran bagi calon murid yang tidak lolos.
Anak-anak ini bisa diarahkan ke sekolah negeri terdekat di zonanya, ke sekolah swasta, atau bahkan ke satuan pendidikan yang dikelola kementerian lain asal masih ada bangku kosong.
Selain itu, pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh proses SPMB wajib dilakukan. Hasil laporan akhirnya nanti harus disampaikan ke Kementerian melalui BBPMP/BPMP setempat, sesuai ketentuan yang berlaku.
Begitulah kira-kira gambaran besar SPMB tahun depan. Semoga prosesnya berjalan lancar dan adil untuk semua calon siswa.
Artikel Terkait
BMKG Waspadakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Akibat Bibit Siklon Tropis
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Anggota Ombudsman Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
Jadwal Salat dan Imsak Palembang untuk 20 Ramadan 1447 H
KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong dalam OTT Kedua di Ramadan 2026