Genangan air masih menyelimuti kawasan Kebon Pala, Jatinegara. Sejak Kamis sore lalu, kawasan itu terendam banjir kiriman. Ketinggiannya bahkan sempat menyentuh angka 130 sentimeter, mengubah jalan-jalan menjadi aliran sungai kecil.
Menurut Camat Jatinegara, Endang Kartika, sumber masalahnya berasal dari hulu. "Iya, banjir kiriman Ciliwung dan Katulampa, karena di sana naik. Banjir ini terjadi sejak Kamis (22/1) sore. Ini adalah tahap kedua," jelasnya saat ditemui di lokasi, Jumat (23/1/2026).
Endang memaparkan, situasi sempat membaik. Air surut, memberi sedikit harapan pada warga. Namun begitu, keadaan berbalik di tengah malam.
"Jadi tadinya sempat surut, namun Katulampa naik kembali sehingga sekitar pukul 02.00 WIB air mulai naik hingga mencapai 130 sentimeter," ujar Endang.
Bendung Katulampa, yang statusnya masih Siaga 3, memang jadi penanda. Debit Sungai Ciliwung yang meningkat membuat waspada semua pihak. Meski begitu, kata Endang, ada kabar yang patut disyukuri. "Alhamdulillah kami sudah siap-siap membantu warga. Untuk wilayah Kebon Pala sendiri air sudah mulai surut di angka sekitar 125 sentimeter," ucapnya.
Hingga saat ini, belum ada warga yang mengungsi ke titik pengungsian resmi. Sebagian besar memilih bertahan. Ada yang pindah ke lantai dua rumah mereka, ada pula yang mengungsi ke rumah saudara terdekat.
"Untuk sementara ini belum ada pengungsian. Di beberapa titik Jatinegara memang terdampak, tapi warga sudah mempersiapkan diri," katanya menambahkan.
Di sisi lain, pantauan dari BPBD DKI Jakarta memberikan gambaran yang lebih luas. Banjir pagi tadi masih menggenangi 125 RT dan 14 ruas jalan di berbagai penjuru ibu kota.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, membeberkan fluktuasi yang terjadi. "Saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan tergenang," katanya.
Angka itu, menurut Yohan, sempat turun. Dari 132 RT pada Kamis malam, menjadi 106 RT di dinihari Jumat. Tapi paginya, air kembali merayap dan meluas, mencapai 125 RT di Jakarta Utara, Selatan, Barat, dan Timur. Jalanan pun tak luput, dengan genangan bervariasi antara 10 hingga 65 cm.
Sementara itu, jajaran Kecamatan Jatinegara terus berjaga. Pemantauan ketat dilakukan di titik-titik rawan, mengantisipasi setiap kemungkinan buruk jika air dari hulu kembali mengirimkan 'kirimannya'.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi