Banjir yang melanda Kecamatan Padarincang, Serang, ternyata tak hanya merendam rumah. Jembatan penghubung yang terbuat dari bambu dan kayu itu pun ambrol diterjang arus deras. Padahal, bagi warga setempat, jembatan itu adalah urat nadi penghubung antar-desa. Tanpanya, perjalanan yang biasanya singkat jadi berliku dan jauh.
Menurut keterangan BPBD Kabupaten Serang, jembatan itu menghubungkan Kampung Rancanji di Desa Kramatlaban dengan Kampung Kedung di Desa Bugel. Letaknya persis membentang di atas Sungai Cikalumpang. Sayangnya, posisi itu pula yang membuatnya rentan. Ketika debit air melonjak drastis pada 21 Januari lalu, struktur sederhana itu tak kuasa menahan amukan air.
Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhony E. Wangga, menjelaskan peran vital jembatan tersebut.
"Ini kan jalur alternatif. Memang sih ada jalan beton sebagai akses utama, tapi lewat jembatan bambu ini perjalanan pejalan kaki jadi jauh lebih cepat. Hemat waktu banget," kata Jhony, Jumat (23/01/2026).
Kini, dengan jembatan itu putus, konsekuensinya langsung terasa. Anak-anak sekolah dan warga yang biasa melintas terpaksa memutar jauh. Mereka harus mengambil jalan memutar yang jelas lebih panjang dan melelahkan.
Artikel Terkait
Ribuan Warga Sukamekar Mengungsi, Banjir Dua Meter Belum Surut
BPBD DKI Waspadai Potensi Longsor di 20 Kecamatan Awal 2026
Spanyol Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian Baru
Hujan Deras Rendam 140 RT dan 16 Ruas Jalan di Ibu Kota