Hujan tak henti-hentinya mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak dini hari. Akibatnya, air meluap dan merendam setidaknya sepuluh kecamatan. Genangannya cukup parah, di beberapa titik bahkan mencapai ketinggian satu setengah meter.
Menyikapi situasi ini, BPBD setempat langsung menetapkan status siaga. Personel dikerahkan ke titik-titik terdampak untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, kondisi tiap wilayah memang berbeda-beda.
"Banjir terjadi di 10 kecamatan dengan ketinggian air yang berbeda-beda. Di beberapa lokasi mencapai sekitar 1,5 meter. Ini murni akibat curah hujan yang sangat tinggi sehingga sungai-sungai meluap,"
jelasnya pada Kamis (22/1/2026).
Daerah yang terendam mencakup Pajarakan, Krejengan, Kraksaan, Besuk, Pakuniran, Paiton, Gading, Maron, Gending, dan Kotaanyar. Faktor utamanya jelas: hujan deras yang berjam-jam membuat sungai tak lagi mampu menampung air.
Di sisi lain, pemerintah daerah tak hanya fokus pada penanganan darurat. Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyatakan akan ada peninjauan langsung ke lapangan.
Tujuannya untuk evaluasi, mencari akar masalah, dan mengantisipasi kejadian serupa di masa depan.
"Kami ingin melihat langsung dampak banjir dan melakukan asesmen, sekaligus mencari penyebab dan potensi banjir. Di beberapa lokasi masih ditemukan bangunan liar di bantaran sungai, dan jika terbukti memperparah banjir, akan dilakukan penertiban,"
tegas Ugas.
Pernyataannya itu menyiratkan bahwa selain faktor alam, ada kemungkinan faktor manusia turut memperburuk keadaan. Banjir kali ini benar-benar menguji kesiapan dan respons semua pihak.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Laporan Langsung Rosan Soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global ke Indonesia
Kejagung Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
KSP Dorong Perpres Pengelolaan Koperasi Merah Putih Segera Terbit
Renovasi Istana Gebang di Blitar Murni untuk Kepentingan Publik, Tegaskan PDIP