Angin masih terasa lembap di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, ketika rombongan Komisi VI DPR RI tiba untuk mengecek langsung pembangunan hunian sementara. Kunjungan kerja spesifik ini dipimpin Wakil Ketua Komisi VI, Andre Rosiade, dengan satu misi utama: memastikan rumah-rumah bagi korban banjir bandang benar-benar berdiri.
Di lokasi, Project Manager Nindya Karya, Syafriwal, menjelaskan bahwa proyek ini adalah wujud nyata instruksi Presiden Prabowo Subianto. Negara harus hadir cepat. "Ini tindak lanjut langsung agar korban segera dapat hunian layak," ujarnya. Pengerjaannya tak sendiri; Nindya Karya sebagai kontraktor utama dibantu sejumlah BUMN seperti Semen Indonesia Group, MIND ID, Pegadaian, Pertamina, dengan dukungan PLN dan Telkom.
Kabarnya, di Batang Anai ini sudah ada 40 unit huntara. Yang mencengangkan, progresnya mencapai 90 persen hanya dalam delapan hari kerja. Targetnya selesai 24 Januari 2026. "Luar biasa cepat," begitu kira-kira komentar banyak yang melihat. Namun begitu, pembangunan serupa juga berjalan di dua kabupaten lain: Agam dan Tanah Datar.
Di Agam, tepatnya di Linggai Duo Koto, 20 unit sudah 70 persen. Lokasi lain, Bancah, 35 unit masih tahap awal dengan progres sekitar 15 persen. Sementara di Tanah Datar, 28 unit huntara di Malalo dilaporkan sudah 60 persen pengerjaannya.
Bupati Padang Pariaman, John Kennedy Azis, tak bisa menyembunyikan apresiasinya. Ia mengaku proyek ini jauh melampaui ekspektasi. Dari perkiraan dua pekan, nyaris rampung dalam delapan hari. Fasilitas pendukung seperti lapangan mini soccer, balai pertemuan, dan area bermain anak jadi nilai tambah yang ia soroti.
kata John dalam keterangannya, Kamis lalu.
Andre Rosiade sendiri menegaskan, kunjungan ini intinya untuk memastikan mandat presiden benar-benar jalan di lapangan. Kecepatan Nindya Karya, menurutnya, adalah cermin transformasi BUMN yang kini lebih lincah melayani.
Artikel Terkait
CEO Indodax Laporkan Akun Medsos Anonim ke Polda Metro Jaya
Supertanker MT Arman 114 Dilelang Rp 1,1 Triliun Setelah Gagal Laku
LAM Riau Dukung Penetapan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem
Bekasi Masih Terendam, Sembilan Titik Genangan Belum Surut