Di sisi lain, isu intervensi politik sempat mencuat terkait salah satu nama calon. Tommy Djiwandono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, kerap memantik pertanyaan. Namun, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah keras adanya campur tangan dari Istana.
Dasco menegaskan bahwa seluruh usulan nama, termasuk Tommy, murni berasal dari Gubernur BI Perry Warjiyo. Pernyataan itu dia sampaikan di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (21/1).
"Bahwa pengusulan Tommy Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI itu adalah pilihan dari Gubernur BI sendiri," kata Dasco.
Lebih jauh, politikus Partai Gerindra itu menerangkan bahwa mekanisme pengambilan keputusan di BI bersifat kolektif dan kolegial. Artinya, mustahil satu orang bisa bertindak sendiri tanpa persetujuan yang lain.
"Sehingga kalau dikatakan ada intervensi, misalnya dari presiden, pengusulan itu kemudian dari Gubernur BI. Dan kemudian tentunya masyarakat perlu tahu bahwa pengambilan keputusan di BI itu adalah kolektif kolegial," paparnya.
"Jadi ya bagaimana kemudian seorang deputi bisa mengambil keputusan-keputusan penting tanpa disetujui oleh yang lain, itu tidak mungkin," sambung Dasco, menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Suara dari Bawah Reruntuhan: Longsor Terjang Perkemahan di Selandia Baru
Kompolnas Soroti Dukungan Anggaran untuk Ditres PPA dan PPO yang Baru Diluncurkan
Kebakaran Hanguskan Rumah di Kwitang, 60 Personel Dikerahkan
Genangan Air di 60 Desa Pati, Warga Berharap Solusi Baru Usai Kasus Bupati