"Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi, maka dari itu Dolphin dari Basarnas (Heli) HR-3601 berangkat ke Lampeso (Kabupaten Maros)," ujarnya kepada wartawan.
Namun begitu, ada cerita lain di balik proses yang berlarut-larut ini. Ternyata, tim SAR justru lebih dulu mengevakuasi jenazah korban kedua sang pramugari yang ditemukan Senin di lokasi yang lebih dalam, 500 meter. Menurut penjelasan tim di lapangan, medan di sekitar jenazah pramugari dinilai lebih memungkinkan untuk dievakuasi dengan cepat. Kontur bukit yang berbeda sangat mempengaruhi keputusan dan kecepatan operasi.
Jenazah pramugari sendiri telah lebih dulu tiba di RS Bhayangkara pada Selasa malam, tepatnya pukul 22.28 Wita, menggunakan ambulans TNI. Saat ambulans itu merapat, suasana makin haru. Proses penyerahan jenazah ke tim DVI kali itu disaksikan langsung oleh sejumlah keluarga korban, yang tentunya menanti kepastian di tengah duka yang mendalam.
Kini, dengan telah diterimanya kedua jenazah, tugas berat Tim DVI untuk mengungkap identitas resmi mereka pun dimulai. Upaya pencarian dan evakuasi untuk korban lainnya diperkirakan masih akan terus berlanjut.
Artikel Terkait
Dasco Tegaskan Gerindra Hormati Proses Hukum KPK Terkait Bupati Pati
Simulasi TKA 2026 Dibuka, Siswa SD-SMP Bisa Latihan Daring
Polri Luncurkan Satuan Khusus Perempuan dan Anak di 11 Wilayah Percontohan
31 Keluarga Terakhir di TPU Kebon Nanas Diberi SP-2, Ada yang Masih Bongkar Bangunan