Kemhan Tegaskan: Jadwal Kedatangan Rafale Masih Tentatif

- Rabu, 21 Januari 2026 | 08:25 WIB
Kemhan Tegaskan: Jadwal Kedatangan Rafale Masih Tentatif

Heboh di media sosial soal kabar kedatangan pesawat tempur Rafale. Banyak yang bilang, batch pertama pesawat canggih itu sudah diterbangkan dari Prancis menuju Indonesia. Tapi, jangan buru-buru girang dulu.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Karo Humas Setjen Kemhan, punya klarifikasi. Menurutnya, jadwal kedatangan pesawat-pesawat itu masih belum pasti alias tentatif.

"Terkait rencana kedatangan pesawat Rafale, dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini jadwal masih bersifat tentatif dan menyesuaikan dengan kesiapan teknis serta koordinasi kedua pihak," tegas Rico saat berbincang dengan wartawan, Rabu (20/1/2026).

Namun begitu, ada target yang disasar. Jika semua berjalan mulus, tanpa kendala berarti, kelompok pertama Rafale diharapkan mendarat di tanah air pada akhir Januari 2026 nanti. Ini bukan sekadar serah terima biasa. Rico menyebut momen ini sebagai langkah awal pengenalan alutsista baru di tubuh TNI Angkatan Udara.

"Apabila tidak ada perubahan, batch awal direncanakan tiba pada akhir Januari 2026 dan akan menjadi bagian dari tahapan awal pengenalan serta integrasi alutsista tersebut di lingkungan TNI AU," ujarnya menambahkan.

Sayangnya, jangan tanya soal detail teknis untuk saat ini. Kemhan tampaknya masih menutup rapat. Pertanyaan sederhana seperti berapa unit yang akan datang pun belum mendapat jawaban yang gamblang.

Rico hanya berjanji, semua rincian akan diumumkan belakangan. "Untuk jumlah unit dan detail teknis kedatangan, akan kami sampaikan lebih lanjut pada waktu yang tepat setelah seluruh proses koordinasi dan persiapan dinyatakan final," ungkapnya.

Jadi, intinya kita tunggu saja. Kabar di media sosial memang kerap mendahului, tapi realitas di lapangan punya ritmenya sendiri.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar