Jaringan penipuan berkedok cinta-cintaan akhirnya digulung. Yang menarik, para pelaku ternyata warga negara asing, berasal dari China dan Vietnam. Operasi ini berhasil membekuk sejumlah tersangka.
Menurut Yuldi Yusman, Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi, kasus ini mulai terbuka setelah petugas menyelidiki sebuah rumah mewah di Tangerang di awal Januari lalu. Awalnya, ada laporan soal aktivitas mencurigakan yang melibatkan WNA di sana.
Yuldi menjelaskan lebih detail soal operasi tersebut.
"Kami menggelar operasi pengawasan keimigrasian di berbagai wilayah Tangerang pada tanggal 8 Januari sampai dengan 16 Januari 2026,"
Begitu pernyataannya, seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/1).
Semua berawal dari pengawasan ketat di Perumahan Gading Serpong. Setelah mendapat laporan, petugas memantau lokasi dan akhirnya melakukan penggeledahan pada Kamis, 8 Januari. Hasilnya, tidak tanggung-tanggung.
"Saat itu tim mengamankan 14 warga negara asing," ujar Yuldi. Rinciannya, 13 orang berasal dari China dan satu lagi berkewarganegaraan Vietnam.
Namun begitu, operasi tak berhenti di situ. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Sabtu (10/1) dan Jumat (16/1), tim kembali bergerak. Mereka menangkap tujuh, lalu disusul empat WNA asal China di lokasi berbeda. Totalnya jadi cukup banyak.
Setelah diselidiki lebih dalam, modus mereka terungkap. Sindikat ini menjalankan love scam alias penipuan romansa. Yang menjadi sasaran utama? Kebanyakan justru warga Korea Selatan yang tinggal di luar Indonesia. Mereka dibujuk dari jauh, dieksploitasi secara finansial, tanpa pernah tahu pelaku ternyata beroperasi dari balik pagar perumahan elite di Tangerang.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Bandung Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.26, Subuh 04.36, dan Isya 18.58 WIB
Polisi Maroko Tangkap 11 Tersangka Jaringan Narkoba dan Pencucian Uang Lintas Negara
Studi: Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Edisi Paling Boros Karbon Akibat Penerbangan Massal
Marapthon Dinilai Ubah Cara Publik Konsumsi Media Digital, Pengamat Soroti Pergeseran ke Konten Partisipatif