Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Senayan, Selasa (20/1), Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi'i membuka suara. Ada detail yang bikin hati miris. Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros ternyata baru saja terlibat dalam misi kemanusiaan. Menurut Syafi'i, pesawat itu sebelumnya membantu operasi pencarian korban kapal terbakar di perairan Lampung.
"Kami sampaikan operasi yang menjadi perhatian selama periode Nataru, yang pertama adalah KM Maulana-30 terbakar di perairan Belimbing Lampung," ujar Syafi'i.
Suaranya terdengar berat.
"Dan ini menjadi kesan mendalam bagi kami, karena pada saat operasi ini, kami dibantu oleh pesawat yang saat ini sedang kami cari," sambungnya.
Nah, yang bikin cerita ini makin getir, tiga penumpang yang jadi korban dalam kecelakaan itu ternyata juga terlibat langsung dalam misi pencarian di Lampung. Mereka bukan sekadar penumpang biasa. Syafi'i mengenal mereka.
"Begitu juga 3 penumpang yang terlibat dalam pesawat ATR ini merupakan 3 personel yang juga kami kenal dalam misi tersebut," jelasnya.
Pesawat yang dicarter Kementerian Kelautan dan Perikanan itu hilang kontak Sabtu lalu (17/1). Rutenya dari Jogja ke Makassar, untuk misi surveilans perairan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut ada 10 orang di dalamnya: tujuh awak pesawat dan tiga penumpang dari KKP.
Pencarian kini masih berlangsung. Hingga saat ini, tim SAR sudah berhasil menemukan dua jenazah, satu laki-laki dan satu perempuan. Upaya evakuasi dan pencarian korban lainnya terus digenjot, tak kenal lelah.
Artikel Terkait
Pasutri Diduga Curi Motor di Parung, Bawa Anak Kecil saat Beraksi
Menlu Iran Tiba di Pakistan, Bantah Akan Ada Pertemuan Langsung dengan AS
Pemprov Kalteng Targetkan Cetak 10.000 Mahasiswa Lewat Program Satu Keluarga Satu Sarjana
Perempuan sebagai Pusat Cerita, Enam Film Indonesia Angkat Realitas dan Perjuangan Hidup