Guru SD di Serpong Diduga Cabuli Murid, Beri Uang Jajan Usai Aksi

- Selasa, 20 Januari 2026 | 16:55 WIB
Guru SD di Serpong Diduga Cabuli Murid, Beri Uang Jajan Usai Aksi

Kasus pencabulan di sebuah SDN Serpong, Tangerang Selatan, kembali mencuat dengan detail yang memilukan. Oknum guru berinisial YP (54) diduga menjadi pelaku. Yang membuat hati miris, aksi bejatnya ternyata diikuti dengan pemberian sejumlah uang kepada korban, anak-anak yang seharusnya dia lindungi.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, tidak ada bujukan eksplisit diawal. Namun, setelah pelecehan seksual terjadi, pelaku kerap memberikan uang jajan.

"Kalau diiming-imingi secara eksplisit tidak," jelas Wira saat berbincang dengan wartawan di Mapolres Tangsel, Selasa (20/1/2026).

"Tapi memang, setelah melakukan pelecehan, terduga pelaku ini memberi uang untuk jajan. Sekitar Rp 5.000 sampai Rp 10.000," lanjutnya.

Rentetan kejadian mengerikan ini ternyata bukan hal baru. Dari penyelidikan polisi, YP diduga sudah beraksi sejak 2023. Periode panjang itu dari 2023 hingga Januari 2026 menunjukkan betapa aksinya berlangsung lama sebelum akhirnya terungkap.

Semua terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya aman.

Di sisi lain, upaya penanganan sudah dilakukan. Polisi telah memeriksa kondisi kejiwaan sang pelaku. Sementara untuk para korban, pendampingan psikologis segera digelar.

"Betul, untuk para korban kita sudah lakukan pendampingan dengan melibatkan psikolog," ujar Wira.

Ia menegaskan, langkah selanjutnya adalah kolaborasi menyeluruh dengan berbagai pihak. Tujuannya jelas: menyembuhkan trauma yang mendalam pada anak-anak.

Sayangnya, ini mungkin belum berakhir. Jumlah korban dikhawatirkan masih bisa bertambah. Polisi pun membuka pintu lebar bagi korban lain yang belum berani melapor.

"Kami berkolaborasi dengan wali murid dan sekolah. Kami sangat membuka kesempatan bagi korban yang selama ini belum melaporkan untuk segera datang ke unit PPA Satreskrim Polres Tangsel," paparnya.

Jaminannya? Upaya penyembuhan akan diberikan sepenuhnya. Mereka bertekad memulihkan luka yang seharusnya tak pernah terjadi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar