Di desa, batas kemiskinannya ditetapkan pada 2,2 juta VND per kapita per bulan. Kira-kira setara dengan Rp 1,4 juta.
Sementara di kota, angkanya lebih tinggi: 2,8 juta VND, atau sekitar Rp 1,8 juta. Siapa yang penghasilan bulannya di bawah itu, akan tercatat sebagai penduduk miskin.
Kalau dibandingin dengan standar sebelumnya, kenaikannya cukup signifikan. Untuk periode 2022-2025, batas miskin di pedesaan cuma 1,5 juta VND (Rp 968 ribu). Di perkotaan, 2 juta VND (Rp 1,2 juta). Kini, angkanya melonjak. Ini sekaligus menunjukkan adanya penyesuaian terhadap realitas ekonomi yang berubah.
Di sisi lain, dekrit terbaru ini tidak cuma melihat dari uang semata. Pemerintah juga memasukkan kriteria multidimensi untuk mengidentifikasi rumah tangga miskin dan hampir miskin. Mereka akan menilai akses rumah tangga terhadap layanan sosial dasar. Jadi, ukurannya jadi lebih kompleks dan mudah-mudahan lebih menyentuh akar persoalan.
Artikel Terkait
Guru Tangerang Selatan Terancam Dipecat Usai Diduga Cabuli 16 Siswa
KNKT Buka Suara: Pesawat ATR 42-500 Maros Dinyatakan Normal Sebelum Terbang
Hujan dan Evakuasi Truk Batu Picu Macet Parah di Sudirman hingga Casablanca
Keadilan untuk Warga dan Alam: Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Dimulai