"Karena emang rute itu langganan macet, jadinya saya jalan jam segitu," katanya.
Tapi hari ini berbeda. Dari flyover Kampung Melayu saja, laju kendaraannya sudah tersendat. Baru sampai di flyover Casablanca, dia sudah menghabiskan waktu 35 menit. Dari atas motor, ia melihat sumber masalahnya: truk yang menabrak pembatas jalan.
"Kondisi jalanan masih banyak pembatas jalan yang berserakan sehingga banyak mobil yang harus jalan pelan-pelan karena pembatas jalan tersebut menghalangi jalan menuju underpass Kuningan," cerita Zidan.
Alhasil, ia baru tiba di kantor pukul 07.35 WIB. Perjalanan yang seharusnya singkat itu membengkak jadi 1 jam 15 menit. "Berasa capek banget tadi pagi itu," keluhnya. Untungnya meeting belum dimulai.
Nasib serupa dialami Nico Ramadhan. Berangkat dari Cipinang pukul 06.00 WIB, perjalanannya ke Kuningan jadi dua kali lipat lebih lama. Biasanya cuma 20 menit, kini membengkak jadi 40 menit lebih. Dan itu masih tergolong cepat.
"Teman 1 divisi aja dari Bekasi ke kantor sampai 2,5 jam," imbuh Nico. Rupanya, insiden pagi itu efeknya berantai. Kemacetan yang biasanya hanya terkonsentrasi di titik tertentu, kali ini menjalar jauh, mengubah pagi banyak pekerja ibukota jadi berantakan.
Artikel Terkait
Pemerintah Hentikan Sistem Open Dumping di DKI Usai Longsor Tewaskan 4 Orang di Bantargebang
Menteri Lingkungan Hidup Sebut Longsor Sampah Bantargebang sebagai Alarm Keras
Putra Khamenei, Mojtaba, Terpilih Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru
INKA Buka Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 untuk 352 Peserta