Nah, dalam laporannya kali ini, keluarga siswa merinci tiga sesi kejadian. Poin utamanya adalah soal pemicu. Guru menyebut si siswa berteriak dengan kata-kata tak pantas. Namun, versi MLF berbeda sama sekali.
"Dia teriak 'woi diamlah jangan ribut' itu kepada teman-temannya, bukan kepada guru. Kebetulan guru ada di ruangan yang sama. Lalu sang guru menanyakan siapa yang bilang 'woi'. Karena merasa tidak salah, MLF maju. Dan begitu maju, langsung dipukul," jelas Dian Burlian, menggambarkan kronologi yang dilaporkan.
Dengan dilaporkannya kembali kasus ini ke tingkat Polda, proses hukum tampaknya akan berjalan lebih formal. Kedua belah pihak kini sama-sama telah melaporkan satu sama lain, mengubah insiden di sekolah menjadi perkara hukum yang serius.
Artikel Terkait
PLN dan Kemendag Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Kantor Pusat
Iran Luncurkan Serangan Rudal dan Drone ke Israel, IDF Aktifkan Pertahanan Udara
Israel Pertimbangkan Invasi Darat ke Lebanon, Respons Ancaman Hizbullah yang Meningkat
Dokter Richard Lee Ditahan Polisi Usai Mangkir dari Pemeriksaan