Rerie Soroti Data Miris: Orang Tua Jadi Pelaku Dominan Pelanggaran Hak Anak

- Selasa, 20 Januari 2026 | 09:30 WIB
Rerie Soroti Data Miris: Orang Tua Jadi Pelaku Dominan Pelanggaran Hak Anak

Kualitas Pola Asuh Harus Konsisten Ditingkatkan

Lestari Moerdijat, atau yang akrab disapa Rerie, kembali menekankan pentingnya peran keluarga. Wakil Ketua MPR RI ini mendorong agar peningkatan kualitas pola asuh dilakukan secara konsisten. Baginya, ini adalah langkah kunci untuk membangun perlindungan anak sejak dini di Indonesia.

"Upaya meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh anak itu sangat penting," ujar Rerie dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, keluarga harus menjadi sistem perlindungan pertama yang kuat bagi anak.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Data terbaru dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) cukup memprihatinkan. Laporan Akhir Tahun mereka yang dirilis Kamis (15/1) mencatat, sepanjang 2025 ada 1.508 masyarakat yang mengakses layanan pengaduan. Mayoritas laporan masuk via kanal daring.

Secara total, tercatat 2.031 kasus pelanggaran hak anak dengan jumlah korban mencapai 2.063 anak. Dari sisi demografi, anak perempuan mendominasi sebagai korban dengan persentase 51,5%. Anak laki-laki menyusul di angka 47,6%, sementara 0,9% sisanya tidak mencantumkan jenis kelamin.

Yang ironis, pelaku pelanggaran terbanyak justru berasal dari lingkaran terdekat. Ayah kandung (9%) dan ibu kandung (8,2%) menempati posisi puncak, disusul oleh pihak sekolah dan pelaku lain. Namun, ada fakta yang lebih mengkhawatirkan: 66,3% kasus sama sekali tidak mencantumkan identitas pelakunya. Data ini, bagi Rerie, menunjukkan betapa rapuhnya mekanisme perlindungan anak yang ada saat ini.


Halaman:

Komentar