Arman juga membenarkan soal laporan aktivitas smartwatch milik Farhan yang sempat ramai dibicarakan keluarga. Tapi ia berhati-hati.
"Kami tidak bisa serta-merta menyimpulkan itu tanda kehidupan. Memang terlihat ada pergerakan datanya. Tapi untuk memastikan apakah itu berarti ia masih hidup, kami belum bisa," jelasnya dengan nada hati-hati.
Sebelumnya, kabar penemuan ponsel itu sudah beredar dari pihak keluarga. Pitri Keandedes Hasibuan (30), saudara korban, menyebut ponsel ditemukan pada hari yang sama dengan jatuhnya pesawat, Sabtu (17/1).
"Tanggal 18, adik saya ada di lokasi. Lalu ada yang memanggil dari posko, katanya ada HP yang ditemukan. Adik saya turun untuk melihat dan akhirnya mengambilnya," kata Pitri, Senin (19/1).
Menurut Pitri, ponsel itu terhubung dengan smartwatch yang dikenakan Farhan. Ia bahkan menunjukkan bukti tangkapan layar ponsel yang menerima data dari jam tangan pintar tersebut. Data itu mencatat ribuan langkah hingga pukul 22.00 Wita, sehari setelah kecelakaan. Informasi inilah yang kemudian memicu harapan sekaligus tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Kepala Polisi Iran Beri Ultimatum Tiga Hari bagi Perusuh untuk Menyerah
Kesal Dijebak Istri, Suami di Bogor Tega Gorok Leher Pasangan Hidupnya
Pesawat Komando NORAD Tiba di Greenland di Tengah Ketegangan Soal Pembelian
Pramono Anung Pastikan Tanggul Jakarta Utara Tak Akan Biarkan Rob Sampai Monas