Ia melanjutkan dengan nada pesimistis yang halus. Sejarah, ujarnya, sering berulang. Meski tanda-tanda bahaya sudah jelas, kesadaran kolektif untuk mencegah malah seringkali terlambat atau bahkan tidak datang sama sekali.
Di sisi lain, SBY mengaku berharap analisisnya meleset. Tapi ia menekankan, berharap dan berdoa saja tidak akan cukup. Ia mengingatkan skala kehancuran yang bisa terjadi korban jiwa yang mencapai miliaran, hingga runtuhnya peradaban.
Peringatannya jelas: mencegah bencana itu memerlukan aksi nyata dari semua pihak, bukan sekadar harapan. Suaranya terdengar seperti sirene peringatan di tengah hiruk-pikuk politik global yang semakin memanas.
Artikel Terkait
Iran Tantang AS di Selat Hormuz, Klaim Serangan Kapal Tanker
Gubernur Pramono Tegaskan KJP dan KJMU Tak Akan Dikurangi di Buka Puasa Golkar DKI
Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras dan Perluas Target Penghancuran
Polri Tanam Jagung Serentak di Seluruh Indonesia untuk Dukung Ketahanan Pangan