Ia melanjutkan dengan nada pesimistis yang halus. Sejarah, ujarnya, sering berulang. Meski tanda-tanda bahaya sudah jelas, kesadaran kolektif untuk mencegah malah seringkali terlambat atau bahkan tidak datang sama sekali.
Di sisi lain, SBY mengaku berharap analisisnya meleset. Tapi ia menekankan, berharap dan berdoa saja tidak akan cukup. Ia mengingatkan skala kehancuran yang bisa terjadi korban jiwa yang mencapai miliaran, hingga runtuhnya peradaban.
Peringatannya jelas: mencegah bencana itu memerlukan aksi nyata dari semua pihak, bukan sekadar harapan. Suaranya terdengar seperti sirene peringatan di tengah hiruk-pikuk politik global yang semakin memanas.
Artikel Terkait
Pilkada Langsung vs DPRD: Polemik yang Tak Kunjung Usai
Kasus Wali Kota Madiun Naik Panggung, KPK Tetapkan Status Tersangka
Keluarga Siswa Laporkan Guru ke Polda Jambi Usai Upaya Damai Mentok
Rerie Soroti Data Miris: Orang Tua Jadi Pelaku Dominan Pelanggaran Hak Anak