Suasana mencekam masih menyelimuti kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep. Di lereng-lereng terjalnya, tim SAR terus berjuang mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT). Pesawat yang hilang kontak Sabtu siang lalu itu jatuh tak jauh dari Bandara Hasanuddin, tujuan akhirnya.
Menurut informasi yang beredar, pesawat itu mengangkut sepuluh orang. Tujuh di antaranya adalah kru pesawat. Sementara tiga penumpang lainnya disebut-sebut merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Proses pencarian memang sudah membuahkan hasil, meski pahit. Sehari setelah kejadian, pada Minggu (18/1), satu jenazah berhasil ditemukan. Namun begitu, upaya tak berhenti di sana.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan konfirmasi terbaru pada Senin (19/1).
“Telah ditemukan satu korban,” ujarnya di hadapan wartawan di Makassar.
Syafii menjelaskan, korban kedua ini ditemukan sekitar pukul dua sore waktu setempat. Dari laporan tim di lapangan, korban tersebut berjenis kelamin perempuan. Sayangnya, identitasnya masih gelap. “Nanti mungkin persisnya dari DVI,” tambah Syafii, merujuk pada tim Identifikasi Korban Bencana.
Dia memaparkan, lokasi penemuan sangat sulit dijangkau. Korban ditemukan di area tebing yang curam sekali, sekitar 500 meter di bawah puncak Gunung Bulusaraung. Medannya benar-benar menantang.
Dengan temuan ini, sudah dua korban yang berhasil dievakuasi. Proses pencarian untuk delapan orang lainnya masih terus digenjot. Cuaca dan medan ekstrem menjadi tantangan terberat bagi para petugas di lapangan.
Artikel Terkait
Cadangan Beras Nasional Tembus 5,2 Juta Ton, DPD Apresiasi Kebijakan Pangan Pemerintah
Kuwait Buka Kembali Ruang Udara Setelah Ditutup Akibat Konflik Iran-AS
Peneliti: Ketegasan Peradilan Militer Bukan Soal Kekerasan, Melainkan Disiplin dan Kesiapan Tempur
Polisi Bekuk Dua Pemuda Pengedar 1.128 Butir Obat Keras di Tangerang