Suasana mencekam masih menyelimuti kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep. Di lereng-lereng terjalnya, tim SAR terus berjuang mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT). Pesawat yang hilang kontak Sabtu siang lalu itu jatuh tak jauh dari Bandara Hasanuddin, tujuan akhirnya.
Menurut informasi yang beredar, pesawat itu mengangkut sepuluh orang. Tujuh di antaranya adalah kru pesawat. Sementara tiga penumpang lainnya disebut-sebut merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Proses pencarian memang sudah membuahkan hasil, meski pahit. Sehari setelah kejadian, pada Minggu (18/1), satu jenazah berhasil ditemukan. Namun begitu, upaya tak berhenti di sana.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan konfirmasi terbaru pada Senin (19/1).
Artikel Terkait
Borneo FC Hajar Persebaya 5-1, Kepung Persib di Puncak Klasemen
KBRI Tunis Gelar Malam Nuzulul Quran, Serukan Al-Quran Sebagai Elan Peradaban
32 WNI Dievakuasi dari Iran ke Azerbaijan, Tunggu Penerbangan Pulang
Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Aktivis Ermanto Usman