Lalu, apa akar masalahnya? Budi menyoroti satu hal krusial: deteksi dini yang sangat rendah. Ini bukan cuma soal fasilitas, tapi juga persoalan sosial. Rupanya, masih banyak orang yang merasa malu saat diketahui mengidap TBC. Alhasil, mereka enggan memeriksakan diri.
Padahal, konsekuensinya bisa meluas. TBC adalah penyakit menular. Satu orang yang tidak terdeteksi berpotensi menyebarkan bakteri ke banyak orang di sekitarnya tanpa disadari.
Menyikapi hal ini, Kemenkes berencana mengambil langkah agresif. Pemerintah akan memasukkan pemeriksaan TBC ke dalam layanan cek kesehatan gratis di puskesmas. Targetnya jelas: menjangkau ratusan juta orang untuk diskrining. Upaya masif ini diharapkan bisa memutus mata rantai penularan dan menurunkan angka kematian yang selama ini terus membayangi.
Artikel Terkait
Tragedi di Jalan Vanderbijlpark: 13 Pelajar Tewas dalam Tabrakan Minibus Sekolah
Korban Baru Lapor Polisi, Rp 1 Miliar Raib Diduga Tipu Trading Timothy Ronald
Tim SAR Temukan Barang Korban dan Serpihan Pesawat di Medan Terjal Bulusaraung
Nadiem Sindir Kesaksian Saksi Kasus Chromebook: Sangat Lucu, Seperti Copy Paste