Lalu, bagaimana rencana aksinya? Kementerian punya sejumlah program prioritas yang akan dijalankan oleh direktorat jenderalnya masing-masing dalam setahun ke depan. Misalnya, Ditjen Diplomasi akan fokus pada repatriasi, kerja sama regional, dan aktivasi pusat kebudayaan Indonesia di luar negeri.
Sementara itu, Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi punya agenda menarik seperti Gerakan Pangan Lokal Nusantara dan penguatan layanan bagi komunitas kepercayaan adat. Di sisi lain, Ditjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan akan mendorong ekosistem budaya di bidang film, musik, dan seni pertunjukan, dengan menempatkan film dan musik sebagai industri strategis.
Fadli secara khusus menyebutkan peluang kolaborasi. "Kami terbuka untuk kerja sama dalam pengamanan warisan budaya, digitalisasi, hingga pemberdayaan komunitas tradisional. Kolaborasi penelitian di bidang museum dan situs warisan juga sangat kami harapkan," ujarnya.
Harapannya jelas. Forum ini diharapkan bukan sekadar seremonial, tapi bisa membangun dialog produktif dan komitmen kerja sama yang konkret dengan mitra internasional. Intinya, memperkuat peran Indonesia di panggung diplomasi budaya global.
Demikian penutup dari Menteri Fadli.
Acara itu sendiri dihadiri oleh banyak pihak. Tampak perwakilan dari DPR RI, Kemenko PMK, Kemlu, Kemenparekraf, Perpustakaan Nasional, hingga Arsip Nasional. Tak ketinggalan, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, sejumlah duta besar, diplomat, dan perwakilan organisasi internasional memadati plaza.
Mendampingi Menteri, hadir pula Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Sekjen Bambang Wibawarta, serta sejumlah direktur jenderal, inspektur jenderal, staf ahli, dan staf khusus beserta jajaran pejabat eselon di lingkungan Kementerian Kebudayaan. Mereka semua menyimak, berdiskusi, dan mungkin mulai merajut rencana untuk masa depan kebudayaan yang, seperti tema acara, adalah 'warisan hidup' untuk masa depan bersama.
Artikel Terkait
Korban Baru Lapor Polisi, Rp 1 Miliar Raib Diduga Tipu Trading Timothy Ronald
Tim SAR Temukan Barang Korban dan Serpihan Pesawat di Medan Terjal Bulusaraung
Nadiem Sindir Kesaksian Saksi Kasus Chromebook: Sangat Lucu, Seperti Copy Paste
Ledakan Kabul Guncang Hotel, Tewaskan 7 dan Lukai Belasan Warga