Usai kunjungannya ke London, Presiden Prabowo Subianto ternyata masih punya agenda lain. Rencananya, beliau akan terbang ke Davos, Swiss. Di sana, Prabowo dijadwalkan menjadi salah satu pembicara kunci dalam World Economic Forum yang legendaris itu.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat berbincang dengan para wartawan di Kompleks Istana, Jakarta, Senin lalu.
"Beliau akan melanjutkan perjalanan ke Davos untuk menghadiri forum World Economic Forum. Dijadwalkan beliau juga akan menjadi salah satu pembicara," kata Prasetyo.
Menurutnya, kehadiran Presiden di forum bergengsi itu bukan sekadar formalitas. Ini langkah strategis. Tujuannya jelas: membuka peluang kerja sama baru dengan banyak negara yang hadir.
"Tentu di forum ekonomi dunia ini, ini adalah bagian dari kita membuka potensi-potensi kerja sama dengan seluruh negara-negara sahabat. Saya kira itu dua agenda di dua negara," ujarnya lagi.
World Economic Forum sendiri sudah jadi ritual tahunan sejak 1971. Bayangkan, setiap tahunnya, Davos yang dingin disesaki oleh para pemimpin dunia, ekonom, hingga ahli dari berbagai bidang. Mereka berkumpul untuk membedah tantangan ekonomi global, baik yang sedang terjadi maupun yang mengintai di masa depan. Forum ini digawangi oleh sebuah organisasi non-pemerintah yang bermarkas di Cologny, Jenewa.
Artikel Terkait
Cromboloni dan Senja Jakarta: Kisah Cinta yang Tak Selalu Manis
Polres Pelalawan Gelar Fun Run, Kampanye Lingkungan Hijau Lewat Langkah Kaki
Pertengkaran Soal Nafkah Anak Berujung Maut di Bojongsoang
Lembah Anai Berdenyut Kembali: Perbaikan Jalan Nasional Dikebut Jelang Lebaran