Tahun ini, panggung di Davos bakal diisi oleh banyak wajah-wajah penting. Selain Presiden Prabowo, daftar pembicaranya mencakup Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan pimpinan Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Tak ketinggalan, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, serta Sekjen PBB António Guterres. Nama-nama seperti Presiden AS Donald J. Trump dan Presiden Argentina Javier Milei juga masuk dalam daftar.
Trump dan Delegasi Besar-besaran
Nah, soal Donald Trump, kehadirannya kali ini disebut-sebut bakal cukup megah. Kabarnya, mantan presiden AS itu akan memimpin delegasi terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Amerika di Davos.
Delegasi itu tak main-main, terdiri dari lima menteri kabinet dan sejumlah pejabat senior. Sebut saja Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner. Kehadiran mereka membuka peluang untuk pembicaraan serius seputar isu panas seperti Ukraina, Venezuela, dan konflik di Gaza.
Berdasarkan laporan Financial Times, Trump diperkirakan akan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan sekutu-sekutu G7-nya di sela forum. Pertemuan itu konon akan membahas dukungan AS untuk jaminan keamanan Ukraina, terutama jika nantinya ada kesepakatan damai dengan Rusia.
Untuk memperkuat "kehadiran" AS, tahun ini juga akan ada "USA House" pertama kalinya. Tempatnya unik, di sebuah gereja kecil di jalan utama Davos. Di situlah para pejabat AS berencana mengadakan acara dan berjejaring dengan para investor dari penjuru dunia.
Artikel Terkait
Cromboloni dan Senja Jakarta: Kisah Cinta yang Tak Selalu Manis
Polres Pelalawan Gelar Fun Run, Kampanye Lingkungan Hijau Lewat Langkah Kaki
Pertengkaran Soal Nafkah Anak Berujung Maut di Bojongsoang
Lembah Anai Berdenyut Kembali: Perbaikan Jalan Nasional Dikebut Jelang Lebaran