Baginya, lapas harus menjadi sarana untuk pengembangan diri. Harapannya, kelak mereka bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan siap menyambut hidup baru.
Kegiatan yang sudah berjalan sejak Rabu (14/1) itu ternyata cukup berdampak. Seorang napi baru berinisial HTI mengaku merasa lebih tenang secara psikologis setelah mengikutinya.
"Dengan penjelasan sejak awal, saya jadi lebih paham situasi," ungkapnya. "Saya tahu apa yang harus dilakukan selama di sini. Ini bikin saya lebih siap menjalani pembinaan dan berusaha untuk berubah."
Kembali ke Wachid, dia juga menyoroti sistem pemasyarakatan PRIMA profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel. Admisi orientasi, dalam pandangannya, adalah bagian tak terpisahkan untuk mewujudkan lapas yang aman dan kondusif. Ruang pembinaan yang bermakna, begitu istilahnya.
"Upaya ini sejalan dengan semangat Kerja Nyata, Pelayanan Prima di tahun 2026," pungkas Wachid menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Pin Prioritas LRT Jabodebek: Solusi Mudah Bagi Penumpang Berkebutuhan Khusus
Trump Kembali Ngotot: Dunia Tak Aman Tanpa Greenland di Bawah Kendali AS
Kamar Hotel Lenteng Agung Jadi Pabrik Narkoba Senilai Rp 2 Miliar
Tengkorak Raib, Makam Dibongkar Misterius di TPU Jawilan