Di sisi lain, kondisi lapangan memang menunjukkan perbaikan. Di titik rawan banjir sekitar Stasiun Pekalongan hingga Sragi, debit air sudah turun. Pada pukul enam pagi tadi, ketinggiannya bahkan sudah di bawah kepala rel. Jalur itu pun kini bisa dilewati, asal kecepatan kereta dibatasi maksimal 30 km/jam.
Tapi, rupanya itu belum cukup.
“Demi keselamatan bersama, sejumlah perjalanan masih harus dibatalkan hingga kondisi jalur dinyatakan aman oleh petugas di lapangan,”
tegas Luqman. Jadi, meski rel sudah kelihatan, keputusan akhir tetap berada di tangan petugas yang memantau langsung di lokasi. Mereka yang tahu betul apakah kondisi sudah benar-benar siap untuk dilintasi ratusan penumpang.
Artikel Terkait
Ledakan Kapal Tug Boat di Selat Hormuz, Tiga WNI Masih Hilang
Anya Geraldine Rasakan Firasat Damai di Pesawat Saat Vidi Aldiano Meninggal
ASDP Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama untuk 200 Penerima Manfaat di Ramadan
Presiden Iran Tegaskan Akan Balas Serangan yang Diluncurkan dari Negara Tetangga