Rozi lantas mengingatkan agar masyarakat Muslim lebih berhati-hati. Menurutnya, setiap pentas hiburan wajib menaati koridor hukum agama. Utamanya soal kesopanan dan menutup aurat.
"Di sisi lain, dalam konteks acara keagamaan, jogetan model begini jelas sebuah kemungkaran," tegasnya. "Dulu, KH Hasyim Asy'ari sendiri sebagai pendiri NU sudah pernah mengecam keras hal-hal semacam ini."
Gelombang kritik itu akhirnya sampai ke telinga panitia setempat. Menanggapi heboh tersebut, Ketua Panitia Isra Mikraj Desa Parangharjo, Hadiyanto, akhirnya buka suara.
Dia mengakui bahwa hiburan tersebut memang ada. Namun begitu, Hadiyanto berusaha meluruskan waktu kejadiannya. Menurut penjelasannya, aksi panggung itu baru dimulai setelah seluruh rangkaian acara inti benar-benar usai.
Artikel Terkait
Genangan Surut, 23 Perjalanan KA Tetap Batal demi Keamanan
Korsleting Motor Kawasaki Picu Kebakaran Parkiran Stasiun Bogor, 19 Motor Hangus
Video Call Terakhir Olen: Doa Sebelum Pesawat Hilang di Gunung Bulusaraung
Trump Tawarkan Kursi Tetap di Dewan Perdamaian Gaza dengan Harga Rp 16,9 Triliun