Suasana khidmat peringatan Isra Mikraj di sebuah desa di Banyuwangi tiba-tiba berubah. Panggung yang sebelumnya dipenuhi lantunan religi, mendadak ramai oleh goyangan seorang biduan. Aksi itu, yang direkam dan tersebar luas, langsung memantik gelombang kecaman.
Tak butuh waktu lama, suara protes resmi pun muncul dari pengurus tingkat pusat Nahdlatul Ulama. Mereka secara tegas mengkritik penyelenggaraan hiburan semacam itu, yang dinilai tak pantas digelar usai acara sakral.
Ketua Bidang Keagamaan PBNU, Ahmad Fahrur Rozi, dengan jelas menyatakan pendirian organisasinya.
"Meski acara utamanya sudah beres, hiburan dengan joget begitu tetap tidak pantas. Ini masuk dalam kategori maksiat dan harus kita cegah," ujarnya kepada awak media pada Senin lalu.
Artikel Terkait
Harga Minyak Mentah Anjlok, IEA Siapkan Pelepsan Cadangan Darurat
Israel Lancarkan Serangan ke Basis Hizbullah di Beirut, Kelompok Balas dengan Puluhan Roket
Kemenag Dorong Praktik Keagamaan yang Lebih Berdampak Sosial dan Ekonomi
Menkeu Purbaya: Depresiasi Rupiah 0,3% Lebih Baik Dibanding Mata Uang Negara Tetangga