"Dia nggak mau ada kesalahan, tanggung jawabnya diemban betul. Lebih paham soal urusan kurban dibanding saya," tambahnya.
Feri mengaku mendapat kabar musibah itu dari grup WhatsApp. Sampai saat ini, ia dan warga lain masih menunggu kepastian yang lebih jelas. "Kita masih mantau, mudah-mudahan segera ada kejelasan," ucapnya.
Di sisi lain, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono telah menyampaikan duka citanya. Dalam konferensi pers Sabtu (17/1/2026), Trenggono mengonfirmasi ada tiga pegawai kementeriannya di dalam pesawat yang naas tersebut.
"Perlu disampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat itu," kata Trenggono.
Mereka tengah melaksanakan tugas pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan lewat udara, atau "air surveillance", di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia. Selain Ferry Irawan yang berpangkat Penata Muda Tingkat I sebagai Analis Kapal Pengawas, dua rekannya adalah Deden Mulyana (Pengelola Barang Milik Negara) dan Yoga Naufal (Operator Foto Udara).
Trenggono pun menyatakan keprihatinan yang mendalam. "Kami terus terang sedih dan prihatin. Kami berdoa untuk yang terbaik bagi para penumpang dan kru pesawat," ujarnya.
Kini, semua pihak hanya bisa menunggu dan berharap. Sementara doa-doa mengalir untuk Ferry dan semua korban, pencarian dan investigasi terus dilakukan di lokasi kejadian.
Artikel Terkait
Proyek Lomba Santri Picu Kebakaran Gudang Rp 200 Juta di Pesantren Bogor
Tim SAR Bertahan di Puncak Bulusaraung, Evakuasi Korban Pesawat Terhambat Cuaca Ekstrem
Polisi Gerebek Barak Narkoba di Pinggir Rel, Pelaku Lempar Batu dan Tembak dengan Senapan Angin
Andre Rosiade Tegaskan: Penertiban Tambang Ilegal Bukan Hentikan Nafkah, Tujuannya Kembalikan Hak Warga