Dialog singkat dengan pemilik SPBU dan beberapa sopir yang sedang mengisi BBM menguatkan kesan itu. Mereka mengaku lega. Sudah sekitar seminggu ini, kata mereka, tak ada lagi antrean yang mengular. Aktivitas pengisian bahan bakar jadi jauh lebih cepat dan mudah.
Di sisi lain, Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta menegaskan komitmennya. Pengawasan di lapangan harus konsisten agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran.
“Terima kasih atas kolaborasinya. Kita pastikan bahwa BBM bersubsidi ini hanya untuk mereka yang berhak,” ujar Gatot.
“Razia ini juga bertujuan memperbaiki tata kelola lingkungan agar sungai-sungai di Sumbar kembali bersih dari kerusakan akibat tambang ilegal.”
Pendapat serupa disampaikan Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto. Ia mengakui, setelah razia, antrean di SPBU memang menghilang. Helmi berharap situasi ini bisa bertahan lama, tidak cuma sesaat.
“Kita melihat langsung bagaimana tidak ada antrean lagi. Semua lancar,” katanya.
Dengan kembalinya kondisi normal di SPBU, harapannya jelas. Produktivitas masyarakat Pasaman, terutama di sektor transportasi dan pertanian, bisa kembali meningkat. Tanpa lagi ada kendala kelangkaan bahan bakar yang sempat mengganggu aktivitas mereka.
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Barak Narkoba di Pinggir Rel, Pelaku Lempar Batu dan Tembak dengan Senapan Angin
Andre Rosiade Tegaskan: Penertiban Tambang Ilegal Bukan Hentikan Nafkah, Tujuannya Kembalikan Hak Warga
Gerakan Rakyat Resmi Deklarasi Partai, Usung Anies Baswedan
Trump Kembali Panaskan Ambisi Greenland, Ancaman Tarif Menggantung