Di sisi lain, Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan memberikan gambaran lebih rinci tentang temuan tersebut. Ukuran alat pemancar sinyal itu kira-kira 22 cm x 30 cm. Lokasi penemuannya pun menjadi petunjuk bahwa itu bukanlah perekam data penerbangan.
“Ukurannya untuk ELT, tadi kita sudah lihat sekitar 22 x 30 Cm, itu memang terpasang di kepala pesawat,” kata Andi Sultan.
“Biasanya kalau blackbox itu di belakang, jadi kami konfirmasi tadi yang menemukan, bahwa dia menemukan di depan.”
Jadi, meski bukan kotak hitam yang sangat dinantikan, temuan ELT ini tetap menjadi titik terang. Setidaknya, alat ini membantu memastikan dan memperkuat area pencarian utama di medan yang sulit itu.
Artikel Terkait
Andre Rosiade Tegaskan: Penertiban Tambang Ilegal Bukan Hentikan Nafkah, Tujuannya Kembalikan Hak Warga
Gerakan Rakyat Resmi Deklarasi Partai, Usung Anies Baswedan
Trump Kembali Panaskan Ambisi Greenland, Ancaman Tarif Menggantung
Pak Ferry, Tetangga yang Baik Hati Itu, Jadi Korban Pesawat Jatuh di Pangkep