Faktor lain yang tak kalah penting adalah tingginya kelembaban udara di berbagai lapisan atmosfer. Kondisi ini, ditambah dengan atmosfer yang labil, menciptakan 'resep' sempurna untuk pembentukan awan-awan penghujan.
Kombinasi semua elemen itulah yang kemudian memicu pertumbuhan awan cumulonimbus awan badai yang dikenal sebagai biang kerok hujan lebat dan petir di atas kawasan Jabodetabek.
"Kombinasi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus di sebagian besar Jabodetabek," jelasnya.
Jadi, warga ibu kota dan sekitarnya sebaiknya tetap waspada. Siapkan payung atau jas hujan sebelum beraktivitas, dan terus pantau perkembangan peringatan dini dari pihak berwenang. Cuaca memang sedang tidak bersahabat.
Artikel Terkait
Kediaman Kosong di Bogor, Menanti Kabar dari Gunung Bulusaurung
Tanggul Jebol dan Air Pasang Lumpuhkan 98 Perjalanan Kereta di Pekalongan
Museveni Kembali Berkuasa di Uganda, Oposisi Menolak Hasil Pemilu Penuh Kontroversi
Andre Rosiade Bagi 1.000 Sembako dan Jenguk Nenek Korban Tambang Ilegal di Pasaman