Faktor lain yang tak kalah penting adalah tingginya kelembaban udara di berbagai lapisan atmosfer. Kondisi ini, ditambah dengan atmosfer yang labil, menciptakan 'resep' sempurna untuk pembentukan awan-awan penghujan.
Kombinasi semua elemen itulah yang kemudian memicu pertumbuhan awan cumulonimbus awan badai yang dikenal sebagai biang kerok hujan lebat dan petir di atas kawasan Jabodetabek.
"Kombinasi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus di sebagian besar Jabodetabek," jelasnya.
Jadi, warga ibu kota dan sekitarnya sebaiknya tetap waspada. Siapkan payung atau jas hujan sebelum beraktivitas, dan terus pantau perkembangan peringatan dini dari pihak berwenang. Cuaca memang sedang tidak bersahabat.
Artikel Terkait
Politisi Apresiasi Hakim Batam yang Vonis 5 Tahun untuk ABK Kasus Sabu 2 Ton
Praktisi Hukum Ingatkan Kerugian Negara di Kasus Pertamina Rp9,4 Triliun, Bukan Rp171 Triliun
Lestari Moerdijat Desak Pengesahan RUU PPRT untuk Lindungi Pekerja Rentan
PLB Temajuk di Sambas Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2026, Tunggu Penyelesaian Jalan