Di sisi lain, ia juga menekankan soal pemulihan. Baik fisik maupun psikis nenek itu harus menjadi prioritas. "Saya minta Nenek dibikin senang, dibikin nyaman. Kalau ada yang mengganggu, laporkan langsung," katanya. Gatot bahkan menjamin, jika diperlukan, Nenek Saudah akan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara di Padang untuk perawatan yang lebih maksimal.
Lalu, bagaimana dengan penegakan hukumnya? Gatot mengungkapkan, dari empat terduga pelaku, satu sudah diciduk. Tiga lainnya masih buron. "Kami tidak akan berhenti. Proses hukum akan berjalan sampai tuntas," janjinya, sambil meminta koordinasi intensif dengan Kejaksaan Negeri Pasaman.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang hadir di tempat, mengapresiasi langkah cepat ini. Ia merasa lega dengan perhatian dari pusat dan provinsi. "Kasus ini harus diusut tuntas agar menjadi pelajaran," ucapnya, berharap insiden serupa tak terulang di tanah Pasaman.
Sementara itu, Asparuddin, sang anak, tak bisa menyembunyikan harunya. "Kami sangat berterima kasih. Orang tua kami hanya ingin mempertahankan lingkungan. Kami mohon keadilan ditegakkan," katanya dengan suara bergetar.
Sebelum mengakhiri kunjungan, Andre Rosiade kembali menenangkan keluarga. Ia memastikan Nenek Saudah bisa fokus pada penyembuhan tanpa rasa takut. Tak lupa, bantuan untuk kebutuhan pengobatan dan sehari-hari juga diserahkan.
"Nenek fokus saja sembuh. Negara hadir dan akan melindungi," pungkas Andre, menutup pertemuan yang penuh dengan nada perlindungan dan janji keadilan itu.
Artikel Terkait
Tim SAR Keliru Identifikasi ELT sebagai Blackbox Pesawat ATR 42-500
Partai Hijau Riau Dorong Perda Khusus untuk Lindungi Ekosistem
Demokrasi Cacat, Peringkat ke-59: Alarm untuk Merawat Pemilu dan Harapan Rakyat
Tangsel Bakal Diguyur Lebih Deras, Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Ringan