Menteri Agama Usulkan Cabang Al-Azhar di Indonesia untuk Mahasiswa Asia Tenggara

- Minggu, 18 Januari 2026 | 16:15 WIB
Menteri Agama Usulkan Cabang Al-Azhar di Indonesia untuk Mahasiswa Asia Tenggara

Menteri Agama Nasaruddin Umar memulai lawatannya ke Mesir hari ini. Agenda utamanya cukup padat: membicarakan rencana pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di tanah air, sekaligus tampil sebagai pembicara kunci dalam sebuah seminar internasional bertema ekoteologi di Kairo.

Seminar itu sendiri digelar oleh Universitas Al-Azhar, kampus legendaris yang umurnya sudah lebih dari seribu tahun. Bayangkan, berdiri sejak 972 di Kairo. Tempat ini bukan cuma tua, tapi juga punya reputasi global sebagai pusat kajian hukum Islam yang sangat dihormati.

“Akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim,”

Demikian penjelasan Nasaruddin, seperti tertuang dalam rilis resmi Kemenag, Minggu (18/1/2026).

Nah, soal Al-Azhar ini, meski terkenal dengan ilmu keislamannya, kenyataannya kampus ini jauh lebih dari itu. Mereka punya fakultas sains dan teknologi yang mumpuni, manajemen bisnis, seni, humaniora, bahkan kedokteran dan pertanian. Statusnya sebagai universitas negeri di Mesir juga memperkuat posisinya.

Kembali ke rencana pembukaan cabang, Nasaruddin punya argumen yang menarik. Menurutnya, langkah ini bisa jadi solusi brilian bagi mahasiswa Asia Tenggara.

“Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,”

ujarnya dengan semangat.

Logikanya sederhana: selama ini calon mahasiswa dari kawasan ini harus terbang jauh, menghadapi perbedaan budaya dan biaya yang tidak sedikit. Dengan hadirnya kampus cabang di Indonesia, akses untuk belajar di bawah bendera Al-Azhar akan terbuka lebih lebar. Mereka cukup datang ke Indonesia. Gagasannya memang ambisius, tapi jika terwujud, dampaknya bagi dunia pendidikan tinggi Islam di regional bisa sangat signifikan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar