Acara penyerahan Surat Keputusan untuk Pelaksana Tugas Keraton Solo di Balai Kota, Minggu (18/1/2026), berakhir ricuh. Menteri Kebudayaan Fadli Zon memang hadir untuk menyerahkan SK itu kepada Mahamenteri KGPA Tedjowulan. Tapi suasana tiba-tiba berubah ketika putri tertua PB XIII, GKR Panembahan Timoer Rumbay, naik ke mimbar dan menyatakan protes.
Sebelumnya, acara berjalan biasa saja. Wali Kota Solo, Respati Ardi, memberi sambutan. Lalu giliran Fadli Zon yang berbicara. Rupanya, di antara undangan yang hadir, banyak juga pendukung dari pihak PB XIV Purbaya. Mereka diam-diam menyimpan keberatan.
Begitu sambutan menteri selesai, Rumbay langsung bergerak. Ia mendekati mimbar, naik, dan bersiap berbicara. Sayangnya, mikrofon mendadak dimatikan. Di sampingnya, tampak Permaisuri GKR Paku Buwono, GKR Devi Lelyana, dan GKR Dewi Ratih Widyasari ikut mendampingi.
Suaranya masih terdengar meski tanpa pengeras suara. Beberapa undangan langsung berteriak menanggapi. Suasana jadi gaduh. Sentono, Abdi Dalem, dan tamu undangan saling sahut. Melihat keadaan itu, Fadli Zon pun menghampiri Rumbay untuk menenangkan.
Artikel Terkait
FPI Desak Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Terbuka Atas Gugurnya Pemimpin Iran
Jepara Gelar Pameran Mebel Internasional dengan Konsep Jelajah Klaster Industri
Polisi Selidiki Pencurian Uang Takziah oleh Wanita Berpura-pura Melayat di Kramat Jati
DPR Dorong Insentif Pemerintah untuk Dongkrak Daya Saing Industri Makanan dan Minuman Lokal