Kabut tebal masih menyelimuti lereng Gunung Bulusaraung pagi ini, menghambat upaya pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh. Tim SAR gabungan dari berbagai instansi sudah dikerahkan sejak dini, berusaha menjangkau lokasi diduga keras kecelakaan di kawasan terjal Pangkep, Sulsel itu. Medannya sungguh berat, bukan cuma karena cuaca.
Letkol Czi Bhakti Yuhandika, Dandim 1421 Pangkep, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian memang menemui kendala serius. "Tim gabungan sudah menurunkan 4 tim," ujarnya.
"Namun terkendala kabut dan cuaca angin. Sementara pencarian ada hambatan sedikit."
Menurutnya, keempat tim itu dibagi berdasarkan jalur pendakian yang memungkinkan. Mereka menyisir dari berbagai akses. Satu tim, misalnya, bergerak dari puncak Bulusaraung dengan teknik vertikal menuruni tebing. Sementara tim lainnya mencoba mendekati dari jalur poros darat.
Artikel Terkait
Menteri Agama Usulkan Cabang Al-Azhar di Indonesia untuk Mahasiswa Asia Tenggara
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Empang Bogor, Awalnya Dikira Boneka
Tol Sedyatmo Tergenang, Akses ke Bandara Soetta Terganggu
Tim SAR Temukan Korban Pertama Pesawat Hilang di Tebing Gunung Bulusaraung