Kronologi kejadiannya begini. Pesawat yang hilang kontak itu sebenarnya sedang dalam proses pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu siang. Pesawat tua buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.
Menurut penjelasan resmi dari Kepala Bagian Humas dan Umum Dirjen Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, petugas menara kontrol (ATC) sempat mengarahkan pesawat untuk mendekati landasan pacu.
Tapi ada yang tidak beres.
Pesawat terpantau keluar dari jalur pendekatan yang seharusnya. ATC pun sigap memberikan arahan koreksi kepada kru di udara. Beberapa instruksi lanjutan disampaikan agar pesawat bisa kembali ke jalur yang aman.
Sayangnya, semua upaya itu berakhir dengan keheningan. Komunikasi tiba-tiba terputus setelah arahan terakhir diberikan.
Menyikapi situasi genting itu, ATC tak punya pilihan lain. Mereka segera mendeklarasikan fase darurat atau DETRESFA, sesuai prosedur standar yang berlaku. Pencarian pun digelar.
Artikel Terkait
Trump Guncang Sekutu NATO dengan Ancaman Tarif 25% demi Greenland
Motor Tercebur di Kali Cileungsi, Pengendara Selamat Berkat Lompatan Cepat
Menteri Trenggono Berduka, Tiga Staf KKP Jadi Penumpang Pesawat yang Hilang Kontak di Maros
Serpihan Diduga Pesawat ATR Ditemukan Pendaki di Lereng Bulusaraung