Berdasarkan pemeriksaan itu, Tito kini punya peta perkembangan yang lebih jelas. Wilayah terdampak mencakup 52 kabupaten/kota di tiga provinsi. Situasinya beragam. Ada yang sudah normal, ada yang hampir normal, dan ada pula yang masih butuh perhatian serius.
Di Sumatera Barat, setidaknya empat kabupaten masih masuk daftar prioritas: Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan. Sementara di Sumatera Utara, ada lima wilayah yang kondisinya memerlukan atensi khusus, seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
Bagaimana dengan Aceh?
"Di Aceh, ada yang normal seperti Aceh Besar. Tapi ada juga yang mendekati normal, dan yang perlu atensi khusus," imbuh Tito.
"Catatan saya ada delapan wilayah. Yang paling berat Aceh Tamiang. Lalu ada Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Gayo Lues, dan satu lagi Aceh Tengah dengan ibukotanya Takengon di daerah pegunungan."
Jadi, meski pemulihan terus berjalan, fokus sekarang adalah pada titik-titik yang masih tersisa itu. Pemerintah pusat dan daerah tampaknya masih punya pekerjaan yang tidak mudah untuk mengembalikan kehidupan warga sepenuhnya ke kondisi normal.
Artikel Terkait
Menteri KKP Konfirmasi Tiga Stafnya Ada di Pesawat yang Diduga Jatuh di Maros
Menteri Trenggono Berduka, Tiga Staf KKP Jadi Penumpang Pesawat yang Hilang Kontak di Maros
Serpihan Diduga Pesawat ATR Ditemukan Pendaki di Lereng Bulusaraung
Polres Kampar Gerebek Tambang Galian C Ilegal di Tapung, Tiga Orang Diamankan