Sudah siap-siap terbang, eh pesawatnya delay. Rasanya memang menyebalkan, ya? Perjalanan jadi molor, rencana berantakan. Tapi tahukah kamu, penyebab penundaan itu beragam banget. Bisa karena cuaca buruk yang memang di luar kendali maskapai, masalah teknis yang butuh pengecekan ekstra, atau bahkan faktor manajemen dari maskapai itu sendiri.
Nah, kalau penyebabnya adalah faktor manajemen, situasinya jadi berbeda. Maskapai punya tanggung jawab. Aturannya jelas tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 89 Tahun 2015. Intinya, penumpang berhak dapat kompensasi.
Lalu, kompensasinya seperti apa? Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Perhubungan dan Ditjen Perhubungan Udara, bentuknya bertingkat, tergantung lama keterlambatan.
Keterlambatan 30 sampai 60 menit, misalnya, biasanya 'cuma' diganjar minuman ringan. Tapi kalau pesawat telat lebih dari satu jam, kompensasinya mulai naik. Dapat makanan ringan juga.
Bagaimana dengan delay yang lebih parah? Untuk keterlambatan antara dua sampai tiga jam, penumpang berhak mendapat makanan berat. Lebih dari tiga jam? Maka minuman, makanan ringan, dan makanan berat harus disediakan maskapai.
Nah, ini yang penting: kalau pesawat telat lebih dari empat jam alias 240 menit, kompensasinya bukan lagi sekadar makanan. Penumpang berhak mendapatkan ganti rugi tunai sebesar Rp 300.000.
Lalu, kalau penerbangan dibatalkan sama sekali? Maskapai wajib mengalihkan penumpang ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan uang tiket secara penuh. Titik.
Ketinggalan Pesawat Lanjutan? Jangan Buru-buru Panik
Delay satu pesawat sering kali berimbas seperti efek domino. Salah satu mimpi buruk traveler adalah ketinggalan pesawat transit karena penerbangan pertama datang terlambat. Situasinya memang bikin deg-degan, tapi coba tenang dulu.
Artikel Terkait
Semen Padang dan PSIM Yogyakarta Bermain Imbang Tanpa Gol di Padang
Alwi Farhan Tumbangkan Unggulan, Sinyal Era Terbuka di Tunggal Putra All England
Trump Keluhkan Hubungan AS-Inggris yang Tak Lagi Seperti Dulu, Pengamat Sebut Akibat Perebutan Kepentingan di Timur Tengah
Pelatih Persijap Yakin Persiapan Optimal Jadi Modal Hadapi Derby Jateng Lawan Persis