Sebuah pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Berita ini langsung memicu aksi tanggap darurat. Personel Basarnas dari Makassar pun segera dikerahkan menuju lokasi yang diduga untuk memulai proses pencarian.
Menurut keterangan Kementerian Perhubungan, pesawat tersebut kini dalam tahap pencarian intensif. Fokus operasi SAR dipusatkan di sekitar kawasan pegunungan kapur Bantimurung, tepatnya di desa Leang-leang, Maros. Medannya dikenal cukup menantang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, memberikan konfirmasi lebih detail.
"Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Maros. Posko Basarnas juga sudah didirikan di dekat lokasi kejadian," jelas Lukman di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Kronologi Hilangnya Kontak
Kronologinya bermula Sabtu pagi itu. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mendapat laporan pertama soal hilangnya kontak dengan pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT. Pesawat berusia cukup tua, buatan tahun 2000 ini, dioperasikan oleh IAT dan sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Capt. Andy Dahananto bertugas sebagai pilot in command.
Lukman memaparkan, sekitar pukul 04.23 UTC, menara kontrol MATSC Makassar sempat mengarahkan pesawat untuk mendekati landasan pacu 21 Bandara Sultan Hasanuddin. Namun, di tengah proses pendekatan itu, ada yang tidak beres.
Pesawat terpantau menyimpang dari jalur yang seharusnya. Kontrolir lalu memberi arahan koreksi kepada kru pesawat.
"Beberapa instruksi lanjutan disampaikan ATC agar pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai prosedur," ujar Lukman.
Sayangnya, setelah arahan terakhir diberikan, komunikasi dengan pesawat mendadak terputus sama sekali. Situasi ini memaksa ATC mendeklarasikan fase darurat atau DETRESFA. Segala prosedur standar langsung dijalankan.
AirNav Indonesia cabang MATSC buru-buru berkoordinasi dengan RCC Basarnas Pusat dan Polres Maros untuk mendukung upaya pencarian. Crisis Center juga dibuka di Terminal Keberangkatan bandara sebagai pusat koordinasi informasi. Tak lupa, pemberitahuan untuk penerbang lain (NOTAM) segera disiapkan terkait operasi SAR ini.
Mobilisasi Besar-besaran Tim SAR
Dugaan sementara, pesawat ATR itu jatuh di area Kabupaten Maros. Maka, tidak tanggung-tanggung, sekitar 400 personel SAR dari berbagai elemen dikerahkan untuk turun langsung melakukan pencarian.
Suasana di lokasi pun jadi ramai. Dari pantauan di Kampung Panaikang, Kelurahan Panaikang, Bantimurung, sejak sore hari Sabtu (17/1) posko sudah dipadati personel tim gabungan. Warga setempat juga banyak yang berkerumun, ingin tahu perkembangan terbaru.
Akses jalan menuju posko pencarian macet oleh lalu lintas kendaraan operasional berbagai instansi. Di udara, helikopter milik TNI terlihat bolak-balik terbang rendah, menyisir area dengan cermat. Pencarian terus berlanjut.
Artikel Terkait
Jawa Tengah Diguncang 162 Bencana dalam Empat Bulan, Pemerintah Perkuat Logistik dan Mitigasi
FBI dan Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing dari Kupang, Rugikan Rp 350 Miliar
Syekh Ahmad Al Misry Bantah Tuduhan Pencabulan, Serahkan Bukti ke Kuasa Hukum
Penjaga Perdamaian Prancis Gugur, Korban Kedua Serangan di Lebanon Selatan