Genangan 7 Hari, 7 Rumah Ambruk di Tengah Banjir Desa Idaman

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:10 WIB
Genangan 7 Hari, 7 Rumah Ambruk di Tengah Banjir Desa Idaman

Sudah tujuh hari berlalu, namun genangan air masih menyelimuti Desa Idaman di Kecamatan Patia, Pandeglang. Situasinya cukup parah: tak kurang dari 422 rumah warga terendam. Yang lebih memprihatinkan, tujuh di antaranya dilaporkan rusak berat, bahkan ada yang ambruk sama sekali.

Kepala Desa Idaman, Ilman, mengonfirmasi hal itu ketika ditemui akhir pekan lalu.

"Rumah yang ancur ada 7 rumah," ujarnya, Sabtu (17/1/2026).

"Diantaranya Kampung Tajur 6 rumah, Karang Tengah 1 rumah."

Menurut Ilman, banjir yang datang disertai angin kencang jadi biang keroknya. Akibatnya, beberapa bangunan tak mampu bertahan. Kerugian material yang diderita warga pun ditaksir mencapai puluhan juta rupiah per rumah. Dia berencana segera melaporkan kejadian ini ke pemerintah kecamatan. Tujuannya jelas: agar ada penanganan serius dan bantuan pembangunan untuk warga yang rumahnya hancur.

"Kedepannya kami dari pihak desa mengusulkan ke kecamatan untuk ditindaklanjuti," kata Ilman.

Di lapangan, cerita warga jauh lebih nyata dan menyentuh. Iyat, salah seorang korban, menggambarkan bagaimana dinding rumahnya tiba-tiba rubuh. "Dindingnya ambruk," katanya singkat, namun penuh beban. Rupanya, dinding itu sudah retak-retak sebelumnya dan sama sekali tak sanggup menahan tekanan air yang begitu deras.

Masalahnya tak cuma sampai di situ. Stok makanan mereka sudah menipis setelah seminggu terisolasi. Yang paling kritis adalah air bersih. Iyat terpaksa memasak air hujan untuk minum keluarganya karena air sumur sudah keruh tak karuan.

"Untuk air minumnya saya masak air hujan, karena air sumur nggak bisa dipasak," ucap Iyat, menggambarkan betapa sulitnya kondisi saat ini.

Nasib serupa dialami Sakib, warga lain. Rumahnya ambruk diterjang banjir pada Minggu (11/1) lalu. "Batanya lembab karena terendam banjir, nggak kuat menahan, udah retak-retak, langsung ambruk," ceritanya. Sampai sekarang, puing-puing reruntuhan masih berserakan. Mau dibersihkan pun susah, sebab area sekitarnya masih becek dan tergenang.

"Belum dibongkar masih calebrik (becek)," keluhnya.

Jadi, meski banjir perlahan surut, penderitaan warga Desa Idaman belum juga berakhir. Mereka terjebak di antara sisa-sisa rumah yang hancur dan ketidakpastian bantuan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar